Saturday, 9 April 2016

Kemampuan bertahan

Malam Sabtu tgl 8 April 2016 saya keliling komplek perumahan Jababeka. Lagi survey lokasi untuk usaha yang akan segera dibuka. Dari beberapa tempat yang di survey dan dari beberapa usaha orang yang ikut diamati ada beberapa usaha yang dulunya sepi sekarang sudah berubah ramai.

Pagi ini saya kedatangan salah satu peserta pelatihan kewirausahaan yang saya adakan di Yogyakarta. Suami istri yang punya rencana buka usaha di daerah Bogor. Dari hasil diskusi ada pertanyaan yang cukup menggelitik. "Strateginya apa pak supaya usaha kita tidak bangkrut?".

Pertanyaan itu mengingatkan saya terhadap usaha orang lain dan usaha sendiri yang sekarang masih ada. Salah satu strateginya ternyata kemampuan bertahan. Ya....ada beberapa usaha yang tadinya sepi bertahun tahun tapi dengan tetap bertahan saat ini sudah cukup ramai.

Dari beberapa usaha yang saya amati, ternyata dengan kemampuan bertahan dan beberapa startegi diubah seiring perkembangan jaman, ada saat menemukan titik baliknya.

Seperti petinju, untuk jadi pemenang selain kemampuan memukul, kemampuan untuk menghidar dan menahan pukulan merupakan strategi yang harus dimiliki juga...


Thursday, 7 April 2016

Kopi darat

Kopdar atau ngumpul jadi aktifitas yang menarik buat saya. Setiap ada informasi kopdar selalu saya sempatkan untuk hadir. Selain mempererat tali silaturrahmi juga menambah ilmu yang bisa didapat untuk perkembangan usaha.

Kopdar yang membahas masalah bisnis yang menjadi minat saya. Dari hasil kumpul kumpul biasanya banyak ide yang muncul. Kumpul dengan orang2 yang punya pengalaman hidup dan usaha yang banyak bisa menimbulkan hasrat dan gairah baru. Mendengar mereka jatuh bangun di bisnis makin memperkaya ilmu2 tentang bisnis.

Semalam kami kopdar dengan teman2 yang tergabung dalam komunitas Surgapreneur. Dari namanya saja sudah kebaca cara usaha yang mereka jalankan. Usaha yang bisa menjadi jalan untuk ke surga. Bisnis tidak sekedar untuk rugi, tapi surga neraka. Cakep......

Dari hasil kopdar semalam, makin semangat untuk terus belajar..



Follow your passion

Bulan September 2013 tahun dimana saya mengambil keputusan yang cukup penting dalam perjalanan hidup. Saya keluar dari perusahaan tempat bekerja setelah bergabung selama 14 tahun. Keputusan yang diambil secara mendadak itu sebagai akumulasi kegundahan hati di 2 tahun terakhir

Dalam perenungan selama 2 tahun ini, saya mulai mencari apa2 sebenarnya minat saya dalam hidup ini. Saya mencari passion. Hasrat hidup. Kata orang kata kuncinya cukup "cari aktiftas apa yang kamu lakukan bisa menyenangkan kamu walau orang lain tidak ada yang membayar".

Setelah dingat ingat dan dipikirkan akhirnya ketemulah aktifitas yang dimaksud. "Buat Training".  Ya saya cukup senang jika sudah terlibat kegiatan yang sifatnya training atau edukasi. Terutama training mengenai kewirausahaan.

Saya akhirnya resign dari perusahaan. Dan memulai aktifitas baru. Membuat Training Center. Alhamdulillah tanpa terasa hampir 3 tahun ini saya sudah menghandle hampir 50 training. Paling banyak menghandle training untuk calon pensiunan. Senang rasanya jika sudah menghandle tarining untuk karyawan yang akan purna bhakti. Ada wajah2 optimis setelah mengikuti training,

Begitu juga kehidupan saya setelah resign, hidup lebih terbuka untuk mengembangkan potensi diri yang selama ini belum tergali. Kerja dibidang yang sesuai dengan passion memang terasa mengasyikan dan menggairahkan...


Friday, 12 July 2013

Masa kecilku, Puasa tanpa makna



Saat bulan puasa seperti ini saya terkenang pengalaman menjalani puasa masa kecil. Walaupun lahir di kota Ciamis tetapi masa kecil saya dihabiskan di daerah Pangandaran, tepatnya kampung Pajaten desa Cikembulan.  Karena berbatasan dengan daerah Jawa Tengah sebagian masyarakatnya ada yang dari suku Sunda dan sebagian suku Jawa. Teman masa kecil campur diantara kedua suku tersebut sehingga sayapun rada mengerti kalo ada yang berbicara dalam bahasa Jawa.

Salah satu teman dekat semasa SD seorang anak yang mempunyai perawakan cukup kekar, biasa dipanggil Buncing, teman sekolah juga teman main. Rutinitas sepulang sekolah biasanya main sepak bola, nyari anak burung atau berenang di sungai.

Gak tahu dapat ide darimana tiba tiba suatu hari si Buncing ngajak saya untuk ‘ngondol’,  istilah kami untuk aktifitas nyari ubi jalar yang tersisa sehabis dipanen sama pak petani. Biasanya masih ada ubi yang belum ke ambil dan muncul tunas baru saat tanah sedang dikosongkan sehabis panen. Dari cirri tunas baru itu biasanya kita gali tanahnya. Kalo sedang mujur dapat ubi yang cukup besar yang tidak kepanen.

Waktu itu hari Minggu, pagi pagi saya sudah berangkat keliling kampung. Nyari lahan yang habis dipanen. Setelah berkeliling jauh akhirnya nemu juga lokasi yang dimaksud.  Dari bekasnya terlihat kebun tersebut sudah dipanen sekitar semingguan dan sebagian lahan masih ada tanamannya.

Mulailah saya mencari  ubi yang tersisa. Beberapa tunas baru terlihat muncul.  Selalu ada harapan setiap mengorek2 tunas yang muncul. Harapan ada ubi besar yang belum tergali.  Tetapi…. Setelah beberapa kali menggali tunas, yang ada hanya ubi kecil atau hanya potongan ubi yang tersisa.

Tiba2……..Sayapun saling pandangan…he..he.. Disebelah tanah yang saya gali , masih ada kebun ubi yang belum dipanen. Pikiran nakal mulai muncul. Posisi pencarianpun mulai berpindah.  Yang sebelumnya di tengah tegalan sekarang beralih ke parit, batas antara 2 tegalan.

Dengan sedikit gerakan, dan mata mengawasi sekitar, tangan mulai mengorek ngorek tanaman sebelah, kebun ubi yang belum dipanen. Ternyata memang beda he..he.. dari tanah sebelah ubinya dapet yang gede gede..

Selagi asyik menggali ubi di tanah sebelah tiba tiba muncul sosok yang sedang mengawasi dari kejauhan. Sambil menaruh pikulan terdengar teriakan,

“ Hey !!!sedang apa kamu ??”. Sontak saya terkesiap, kaget bin kalap.

Sambil tergagap saya jawab, “La.. la…la …gi ngondol paaaak…”, jawab saya saking kagetnya.
Belum sempat mikir apa2 tiba2 terlihat orang tersebut mendekati sambil mengayunkan kayu pikulan

“Tak usah diondoli , awas kamu ya !!!” sambil teriak dia mulai mengejar. Tanpa pikir panjang sayapun lari tunggang langgang. Kondisi tanah yang berbentuk perbukitan menyulitkan saya untuk lari cepat. Malah kadang mau tabrakan sama si Buncing. Sekali sekali mata melihat kebelakang. Takut kesusul. Beberapa kali saya dan si Buncing loncat ke jurang kecil karena kondisi tanah yang berteras. Walaupun ngos-ngosan karena sedang puasa saya tetap lari kencang, susul menyusul sama si Buncing.

Sampai di suatu tempat sayapun mulai  terpojok !. Di depan saya ternyata ada sungai besar !!!... Dan lokasi cukup curam. Kami ada di pinggir tebing.  Kami saling berpandangan. Dari jauh masih terdengar suara orang yang tadi mengejar.  Kami tidak ada pilihan. Harus loncat ke sungai. Ketakutan akan ketinggian terkalahkan dengan ketakutan kalo sampai tertangkap sama yang ngejar. Takut dipukuli!!!.

Akhirnya…..

“Byuuuurrrrr !!!!! Sayapun loncat bersamaan. Untung bisa berenang. Dengan tenaga yang tersisa akhirnya selamat sampai ke tepian sungai. Terlihat sosok yang mengejar berdiri di pinggir sungai. Entah apa yang ada dipikirannya. Bisa puas ngelihat kami yang ketakutan atau bisa juga khawatir terhadap keselamatan kami. Tapi saya cukup lega melihat sosok itu mulai menjauh…

Setelah mengumpulkan tenaga sayapun berjalan kembali bareng si Buncing. Entah di daerah mana sayapun gak tahu. Lari tanpa arah dan berada di kampung orang cukup membingungkan. Akhirnya setelah dirasa aman sayapun istrirahat dibawah pohon kelapa. Duduk sambil sedikit tertidur. Ada rasa haus yang mencekat di tenggorokan.

Saat sedang asyik istirahat sambil memandang ke atas, terbesitlah pikiran nakal lagi. Ngelihat buah kelapa muda menggantung dipohon, ditambah rasa haus yang mencekik leher sayapun ngasih ide ke si Buncing

“Cing, kamu bisa naik pohon kelapa?”

“Bisa…, mau diambilin?”, jawab si Buncing langsung ngerti jalan pikiran saya. Dengan sedikit gerakan si Buncingpun langsung manjat. Ternyata jago juga dia. Dug…dug…2 buah kelapa dipelintir jatuh. Dengan dibanting ke tanah, akhirnya rasa hauspun terpuaskan seketika.

Setelah tenaga pulih sayapun mulai melanjutkan perjalanan. Nyari arah pulang ke rumah. Masih ada ketakutan ketemu orang yang ngejar. Arah pulangpun muter jauh. Mengelilingi kampung. Menjelang sore sayapun sampai di rumah

“Kemana aja kamu?”, tanya ibu saat ngelihat saya baru muncul. “dari tadi dicariin gak ada yang tahu, main kemana aja sih?”

“Habis main kerumahnya si Buncing”, jawab saya berbohong

“Masih kuat puasanya?”, tanya ibu penasaran.

“Masih lah, nih gak kelihatan jalan sampai loyo gini”, jawab saya berbohong lagi

“Sana mandi, ganti baju dan pergi ngaji”, suruh ibu tanpa curiga.

Sayapun segera mandi. Kaos yang tadi dipakai saya langsung umpetin. Takut nanti ketemu sama orang yang ngejar tadi. Saya masih inget tulisan dan gambar di kaos waktu itu.  “ Sealand” dengan gambar laut dan pohon kelapa.

“Memang sialan hari ini”, gerutu saya dalam hati. “Batal deh puasa hari ini”, ucap saya sok bijak.

Puasa tanpa makna. Hanya dapat lapar dan dahaga…he..he..











Thursday, 11 July 2013

Pengendalian diri



Sejak Juni 2013 saya berhenti makan nasi. Gak ada rencana, gak ada target apapun. Penasaran saja. Bermula saat habis medical check up dari perusahaan, walaupun hasilnya belum diberikan tapi sejak hari itu saya nyoba gak makan nasi.

Karena gak ada rencana maka menjadi target harian. Setiap lolos harian menjadi target hari berikutnya. Setelah lewat seminggu jadi target minggu berikutnya.  Tak terasa sudah 3 minggu berjalan. Dan hasilnya…? Biasa saja.

Setelah 3 minggu sayapun mulai menganalisa sedikit. Ternyata biasa saja. Setiap hari dilewati tanpa siksaan. Malah ada rasa senang jika bisa melewati hari yang berat. Disebut hari yang berat jika ada undangan makan dari teman. Pernah saat makan di rumah makan sunda yang menunya cukup menggairahkan saya diminta membatalkan target.  Nasi yang panas, aneka sambal pedas, ayam kampung, dendeng, sayur asam, ikan asin menjadi godaan yang kuat. Begitu juga saat ada undangan nikahan teman, perpisahan anak sekolah dan saat bulan puasa saat ini. Tapi semua masih bisa dilewati..

Sayapun mulai mencari tokoh2 yang mempunyai kebiasaan menjaga pola hidup sehat. Teringatlah  sama sosok Hary Tanoe saat ada pertemuan di gedung BPPT Jakarta beberapa bulan yang lalu. Beliau ternyata menjaga pola makan sehat dan rajin berolah raga. Hampir setiap hari menyempatkan olah raga. Memang terlihat dari penampilannya yang atletis dan terlihat bugar.

Tokoh kedua yang saya ingat pada sosok Tanto Kurniawan. Beliau Presiden Direktur Paramount Serpong yang saat ini juga menjadi Komisaris di Jababeka. Sudah 2 tahun terakhir beliau ternyata tidak makan nasi. Malah selain nasi beliau juga menghidari makan yang banyak mengandung kolestrol. Dengan menjaga pola hidup sehat penampilannya jauh lebih trendi dan terlihat enerjik.

Saat ikut buka stand di Launching bukunya Bu Ning Hermanto di Jababeka saya mengingat tokoh ketiga. Rhenald Kasali. Beliau juga menjalani pola hidup sehat. Malah Lebih ketat dalam memilih menu makan. Dari penjelasan beliau dengan menjaga pola hidup sehat, kondisi kesehatan makin baik. Hampir semua indikator kesehatan menunjukan angka yang normal.

Ada tokoh keempat sebenarnya yang saya juga kagumi. Sandiago Uno. Ritual puasanya ternyata konsisten dilakukan. Saya yakin beliau juga menjaga pola hidup yang sehat.

Awalnya sebelum saya menjalani ‘percobaan tidak makan nasi’ sempat heran juga dengan pola hidup mereka. Saya sempat berpikir “Hidup berkecukupan kok dibikin susah”, Pikir saya ngapain nyusahin diri selagi itu masih bisa dinikmati. Apalagi saat denger orang gak makan nasi, apa nikmatnya makan? Apa gak kelaparan?...

Berpikir dalam posisi yang berbeda memang sering gak nyambung. Sering hanya dalam persepsi  diri sendiri. Semua ukuran diri menjadi patokan buat orang lain.

Setelah dalam posisi yang sama akhirnya sayapun mulai mengerti. Mulai bisa merasakan bagaimana nikmatnya bisa mengendalikan diri. Bisa membatasi keinginan.

Mengatur pola makan merupakan pengendalian diri yang seharusnya paling mudah dilakukan. Semua dalam kendali kita. Beda dengan mengendalikan keluarga, perusahaan atau mengendalikan lingkungan di sekitar kita.

Dengan hanya mengendalikan diri ‘tidak makan nasi’ saya bisa mendapatkan beberapa kepuasan diantaranya. 
  1.      Saat orang ngantri makan di acara resepsi  saya bisa melenggang sendirian nyicipin gado2 atau aneka
        buah 
  2.      Saat orang sibuk mikir makan siang atau malam saya bisa menikmati makanan lain diluar nasi
  3.      Saat orang pengin nambah karena nikmatnya makan nasi saya sudah berhenti karena nikmatnya
              perut gak kekenyangan 
 4.       Saat orang lain bilang kenyang, saya sudah bisa bilang gak lapar 
 5.       Saat orang merasa ngantuk setelah makan, saya merasa makin segar 
 6.       Saat orang khawatir kalo pergi ke suatu tempat gak nemu makanan nasi, saya sudah bisa
             melewatinya.

“Pak emang gak lapar, gak gemeteran tuh badan?”,tanya seseorang

“Tergantung niatnya sih, buktinya kalo bulan puasa gak berasa lapar tuh seharian. Beda kalo gak niat, jam 12 siang perut sudah keroncongan”

Kuncinya memang di niat. Prakteknya di pengendalian diri. Seberapa kuat kita bisa mengendalikan diri, akan mencerminkan seberapa besar tingkat keberhasilan kita.










Thursday, 21 March 2013

Reminder

“ Pak itu HPnya bunyi”, kata si bibi pas saya mau berangkat nganter anak ke sekolah pagi tadi. Waktu saya mau angkat gak tahunya sudah berhenti. Ada misscall. Tertera nama seseorang yang menghubungi.

Deg…..saya kaget banget. Telpon dari orang yang pesan Kupat Tahu Bandung untuk dianter pagi ini. Jam 7 pagi harus sudah di lokasi. Untuk konsumsi orang2 yang senam pagi. Saya benar benar lupa…!!. Pesanan 50 porsi.

Belum sempat telpon balik, telpon di rumah bunyi. “yah pesanannya mau diambil ke warung?”, Tanya istri di ujung telpon. Pantesan pagi2 sudah tidak ada di rumah. Dia sudah pergi ke warung duluan.

“Alhamdulillah……untung kemarin sudah cerita ke istri mengenai pesanan ini,” batin saya. Akhirnya saya telpon balik ke pemesan. Pesanan dalam 15 menit siap datang. Buru2 saya ke warung. Sambil nganter anak ke sekolah mampir ke tempat senam pagi. Pukul 6.45 pesanan sudah sampai di tempat.

Pernah lupa janji dengan seseorang? Saran saya selain dicatat di reminder sebaiknya ceritakan juga ke orang terdekat. Minimal ada yang ngingetin. Contohnya kejadian tadi pagi. Hampir diomelin orang. Gak tahu kok bisa sampai lupa ya..

Tuesday, 19 March 2013

Dengan mengajar kita belajar..

Cara cepat untuk belajar cobalah dengan mengajar. Tips tersebut hari ini saya praktekan. Memberi pelatihan menulis artikel. Harapannya dengan memberi pelatihan maka saya otomatis akan berlatih untuk menulis.

Dengan peserta sejumlah 14 orang, pelatihan hari ini berjalan cukup lancar. Materi yang diberikan seputar tips cara menulis artikel. Sebagian materi saya ambil dari pelatihan menulis yang pernah saya ikuti, sebagian lagi hasil searching di google. Berbagai tips mengingatkan saya untuk menulis lagi, memacu untuk berlatih.

Memang terasa langsung manfaatnya, sebelum memberikan pelatihan saya banyak belajar dengan menyiapkan bahan presentasi. pada saat memberikan pelatihan saya secara tidak langsung teringat lagi tips penulisan yang pernah dipelajari. Semoga dengan acara hari ini menjadi awal untuk menulis lebih aktif lagi.

Dengan mengajar kita belajar...

Sunday, 7 August 2011

Simpel....

Pernah dengar tebakan ini, "Bagaimana memasukan gajah ke dalam kulkas?"
Saat pertama kali dikasih tebakan ini saya sempat mikir, "mana bisa gajah dimasukan ke dalam kulkas?" atau sempat juga kepikir "dipotong potong aja gajahnya terus dimasukin ke dalam kulkas"...

Jawab pertanyaan diatas ternyata cukup simpel, "Buka kulkasnya, masukin gajahnya". simpel.titik.

Ya itu memang jawaban yang dimaksud terhadap pertanyaan diatas dan biasanya akan ada pertnayaan lanjutan, "Bagaimana memasukan jerapah ke dalam kulkas?"...silahkan cari sendiri jawabannya.

Yang mau saya bahas mengenai jawaban pertanyaan pertama diatas. Biasanya diprotes orang,"Mana muat kulkasnya dimasukin gajah?" atau "ah itu sih jawaban ngaco"..
Tapi sebenarnya memang itu jawabannya karena hanya ditanya sekedar 'caranya' tidak ditanya kelanjutannya...

Begitu juga kalo saya ditanya orang,"Bagaimana mulai buka usaha pak?", saya biasanya langsung jawab, "Tentukan aja produknya, langsung buka usaha"....
Untuk buka usaha sebenarnya simpel aja, cari produk atau usaha yang cocok langsung aja dibuka, gak usaha banyak mikir dan ngitung. Kalo setelah dibuka ada masalah, silahkan pikir dan hitung jalan keluarnya....simpel. sederhana.

Salam berpikir simpel


Ato Sunarto

Menulis lagi..

Dalam sebulan ini saya sedang asyik menulis buku. Target naskah tgl 16 Agustus dikirim ke editor menjadi pemicu saya untuk segera menyelesaikan tulisan. Situasi tiap hari kadang berbeda, kadang moodnya lagi bagus bisa menyelesaikan beberapa halaman kadang juga hanya satu halaman atau sekedar ngedit aja.

Menerbitkan sebuah buku memang menjadi target saya tahun ini setelah target itu tidak terlaksana di tahun lalu. Banyak hal yang memotivasi saya untuk menerbitkan buku, salah satunya ingin berbagi pengalaman dengan yang lain. Menulis buku melatih saya untuk berpikir runut dan menuangkan ide2 dalam sebuah tulisan.

Saat ini sudah sekitar 50 halaman dari target 100 halaman. Mudah2an target tgl 16 Agustus 2011 naskah bisa selesai.

Salam menulis

Ato Sunarto

Monday, 4 October 2010

Tetap Semangat..

Sudah lama gak nulis di blog ini, semangat menulis tumbuh lagi sejak beberapa kejadian tidak terdokumentasi dengan baik di catatan ingatan saya.

Minggu lalu saya kedatangan teman lama yang jatuh bangunnya dalam kehidupan sudah begitu banyak dan sering dialaminya. Mas Koco biasa saya panggil namanya, orangnya berperawakan kecil tetapi lincah dan semangat berusahnya cukup besar.

Hampir setahun lalu saya ke rumahnya saat kondisinya benar2 terpuruk, sudah berkeluarga dan punya 2 anak yang masih kecil2 dengan kondisi keluar dari pekerjaan dan semua harta benda yang dimiliknya habis untuk bayar hutang. Kondisinya benar2 memprihatinkan.

Kejadian ini sudah yang ke berapa kali terjadi dalam kehidupannya tetapi kondisi saat ini berbeda karena saat ini dia sudah berkeluarga dan sudah dikarunia 2 putri yang masih kecil2, dulu saat masih bujangan tidak terlalu kepikiran keadaannya.

Tetapi di luar dugaaan minggu lalu dia datang dengan penampilan yang berbeda, dengan mengendarai mobil box Grandmax keluaran terbaru dia datang untuk bersilaturrahmi lebaran.

Saya cukup senang melihatnya karena tidak perlu waktu yang lama Mas Koco ini sudah bisa bangkit lagi dari keterpurukannya walaupun dimulai dari kondisi minus.

Dari cerita yang saya tangkap Mas Koco ini ternyata tidak mempunyai kamus menyerah walaupun dalam kondisi apapun. Semangat bangkit, berjuang dan berkembang terus di pacunya sehingga setiap kegagalan yang dia alami tidak menjadikan frustasi yang menyebabkan makin terpuruk keadaan.

Selalu ada jalan dan peluang kalo setiap saat kita tetap semangat dan mau bangkit kembali.

Mas Koco yang saat ini kegiatannya menjadi sales spare part kendaraan motor dan berjualan oli sudah biasa mengalami jatuh bangunnya dalam berusaha..

Semoga saya bisa belajar dari Mas Koco ini..


Salam berbagi

Ato Sunarto

Thursday, 25 February 2010

Logo Baru Kupat Tahu Bandung Mang Oman


Setelah usaha kuliner Kupat Tahu Bandung berjalan 5 tahun, maka kini saatnya untuk dikembangkan. Salah satu yang menjadi pehatian kami adalah memberi nama usaha Kupat Tahu Bandung agar menjadi pembeda dengan usaha sejenis yang sekarang mulai bermunculan. Setelah melalui pertimbangan maka diputuskanlah nama Mang Oman sebagai nama usaha kuliner kami. Mang Oman sendiri adalah paman kami yang awalnya merintis usaha ini dan akhirnya kami kelola sendiri setelah Mang Oman pulang kampung.

Dengan perubahan nama maka otomatis kami mengubah logo kupat tahu bandung menjadi Kupat Tahu Bandung Mang Oman. Semoga dengan logo baru ini akan membawa semangat baru dan memacu kami untuk terus berkembang.

Sunday, 24 January 2010

Cerita dari temen tentan jurus APH

Salam Sahabat ....

Entah ini bisa dikatakan menggunakan jurus APH gaya pak ato atau tidak. Yang jelas saya coba sharing saja, dengan terbersit sedikit harapan bisa masuk bukunya pak Ato ... hehehe.

Awalnya saya tidak terpikir sedikitpun untuk jualan susu, yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan susu anak saya dengan sedikit menghemat. Karena anak saya maunya minum susu salah satu produk yang bikin kantong jebol ...fiuuhhh (gak apa2 deh demi anak). Saya selalu cari2 informasi tempat susu murah, dari kejar promo2 di supermarket sampai ke toko2 susu yang menawarkan harga murah disepanjang Jl. Agus Salim, Bekasi Timur. Cukup melelahkan memang.

Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan sepupu saya yang pacarnya merupakan seorang SPG susu yang produknya anak saya minum. Berawal dari ngobrol2, saya diberi informasi tempat membeli susu yang super murah, walaupun itu bukan distributor langsung, tapi tempatnya cukup jauh dan bikin cape punggung kalau naik motor. Akhirnya saya pun beli susu ditempat tersebut, awalnya 1 karton, demi kebutuhan anak saya 2 bulan hehehe ...

Pikir punya pikir, gimana caranya biar bisa lebih hemat lagi (duh ini mau hemat apa pelit sih heheheh...) ya sudah saya berfikir untuk dijual lagi. Setelah berfikir tersebut saya langsung bikin brosur ala fotocopy (gak pake mikir 10 menit lagi). Brosur dah jadi, langsung saya sebar ke teman2 kantor. Dan ternyata cukup mendapat sambutan, yah udah minggu besok saya beli lebih banyak lagi, dan terus begitu ....

Kalau dihitung-hitung, kok rugi diongkos yah ... mikir lagi ... mikir lagi .... ya udah akhirnya saya coba pinjem mobil mertua, biar bisa muat lebih banyak susu (karena sebelumnya cuma bisa dapet 2 karton karena naik motor). Akhirnya baru bisa untung, karena dengan beli susu lebih banyak dapat menutup biaya transportasi.

Sekarang mikir lagi mikir lagi ... gimana bisa berkembang karena dah stok banyak, bisa-bisa masa expired bisa habis .... Saya putuskan untuk coba sebar brosur, dengan berbagai strategi, seperti sebar brosur diarisan ibu-ibu sampai sebar brosur dengan jasa tukang odong2 (dengan perhitungan lebih dekat ke ibu-ibu yang jagain anaknya main odong2).

Singkat kata permintaan sekarang lebih banyak dari pada stok .... mikir lagi ... (waduh jadi kebanyakan mikir yah hehehe). Mau nambah modal gak ada ...pusing deh ... Ya udah akhirnya saya terapkan sistem reseller, yang mau jadi reseller pada saat belanja kudu uangnya dulu dengan sistem pembelanjaan minimal. Nah Alhamdulillah walaupun blom banyak yang jadi reseller, tapi sudah cukup membantu dari segi pemasaran dan keuangan. Dan istri saya yang awalnya bekerja, sekarang persiapan resign, agar lebih fokus lagi.

Oh, iya dalam cerita saya ini bukan berarti tidak pernah rasa pesimis dalam diri saya. Saya sempat pesimis dengan bisnis susu ini, tapi berkat support moril waktu bincang-bincang di mobil dengan seorang rekan yang punya pasarbatik.com (siapa yah namanya? yang saya inget orangnya gede ... wahaha tq mas Dhika). Ternyata dalam usaha itu banyak sekali hambatan, tinggal seberapa kuat mental kita untuk menghadapinya. Semoga Zahra Milk bisa terus bertahan ditengah banyaknya usaha serupa. Amin

=========================================
Artikel ini juga dapat dilihat juga di titatut.wordpress.com
=========================================
Z u c h r i
Beli susu dapat bisnis cuma ada di Zahra Milk
www.jualanonline.net

Pelatihan Wirausaha


Hari Minggu tgl 24 Januari 2010 bertempat di ruko Permata Gardenia Blok H no. 12 Kota Jababeka Cikarang Bekasi diadakan pelatihan wirausaha "Cara Cepat Buka Usaha pake jurus APH, Action-Pikir-Hitung". Saya sendiri bertindak sebagai fasilitator yang berlangsung selama 3 jam, dimulai dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang. Peserta yang hadir ada 15 orang dengan berbagai macam latar belakang.

Materi pelatihan saya ambil dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang-orang yang saya kenal dalam menerapkan jurus APH dalam memulai usahnya. Memang ada beberapa kontroversi mengenai cara memulai usaha dengan jurus APH, tetapi buat saya apapun jurus yang dipake oleh masing2 orang dalam memulai usahanya, sebenarnya bukan untuk diperdebatkan karena masing2 pasti punya alasan dan gaya sendiri dalam merintis usaha. Ada yang lebih penting sebenarnya yaitu bisa membuktikan di lapangan sehingga menambah inspirasi dan motivasi bagi orang yang mau memulai usaha.

Pelatihan ini sebagai salah satu sarana untuk menerbitkan buku dengan judul yang sama dengan materi pelatihan. Dengan aplikasi langsung di lapangan dan berharap mendapat respon dari peserta pelatihan diharapkan akan menambah materi yang dimasukkan di dalam buku yang sekarang dalam proses penulisan. Saya akan terus mengikuti perkembangan semua peserta pelatihan dan melihat hasilnya. Mudah2an ilmu yang dibagikan bisa bermanfaat bagi kami semua.

Acara ini sebagai action saya setelah mengikuti pelatihan "Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS" seminggu sebelumnya. Saya menyadari bahwa materi pelatihan belum sempurna sesuai dengan harapan tetapi sesuai dengan salah satu materi di pelatihan "jangan pernah menunggu sempurna atau ideal dalam memulai usaha karena kesempurnaan perlu waktu dan proses".....Jadi action dulu, mikir dan ngitung belakangan....

Saturday, 16 January 2010

Menulis itu gampang..

Waktu membaca judul posting di milis TDA mengenai kegiatan workshop menulis dengan tema "Cara cepat menulis buku metode 12 pas" saya tidak tertarik untuk mengikutinya. "Ah menulis aja pake workshop segala memang ilmunya apa saja sih ?", batin saya waktu itu. Pikiran mulai tertarik waktu pak Eko Eshape ngometarin tulisan saya, "Pak Ato itu tulisannya menarik lho apalagi kalo ikut workshop pasti lebih bagus lagi", begitu komentarnya. Membaca tulisan pak Eko saya ngebatin lagi, " Ah.. buaya mau dikadalin he..he.. itu sih triknya pak Eko aja biar saya ikut workshop", pikir saya waktu itu karena pak Eko termasuk salah satu panitia acara ini, tapi karena pak Eko komennya di milis saya bales komen," Ok deh pak Eko nanti saya ikut, bayarnya nyusul ya", balas saya.

Pertemuan selanjutnya terjadi di rumah pak Eko waktu pak Rawi sama pak Ruwi baru pulang dari SMK Subang, waktu mau pulang bu Yeni (istri pak Eko) nawarin lagi ," Pak Ato ikut acara workshop ya?", ajak Bu Yeni, "Iya deh Bu nih bayar sekalian," sambil ngeluarin uang saya langsung daftar.

Hari ini seharian saya ikut workshop menulis yang dipandu langsung oleh pak Dodi Mawardi pemilik Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia yang sudah nulis 25 judul buku. Diluar perkiraan ternyata banyak hal yang saya dapat selama workshop berlangsung. Dengan metode yang lebih terarah ternyata menulis menyenangkan dan bisa lebih cepat. Salah satunya dengan cara menulis secara acak dan dibuat pohon idenya. Ide2 yang ada di kepala kita bisa dicurahkan semuanya, kita bisa tulis tanpa berpikir urutan, tanpa pilihan kata, bebas sebebasnya. Ternyata dengan cara seperti ini banyak ide yang keluar dan lebih mudah untuk menyusunnya pada saat dibuat outlinenya.

Ada juga sharing dari pak Wahyu Saidi yang berprofesi sebagai pengusaha ternyata sudah menerbitkan 31 buah buku. Pak Wahyu bercerita tentang motivasinya membuat buku dan bagaimana caranya beliau begitu produktif dalam menulis. Buku buat pak Wahyu disamping sebagai aktualisasi diri juga sebagai salah satu bentuk promosi buat usaha beliau. Buku bisa juga sebagai identitas kita pada saat didaulat sebagai pembicara di seminar2 yang akan meningkatkan brand kita dimata audience.

Target selanjutnya adalah ikut kursus yang diselenggarakan oleh SMK Indonesia dan pada bulan Maret 2010 sudah bisa menerbitkan minimal 1 judul buku. Belajar itu memang lebih cepat kalo sama ahlinya. Semoga ilmu hari ini bisa meningkatkan kualitas diri sehingga bisa berkembang lebih cepat lagi.

Selamat menulis

Friday, 15 January 2010

Satu ide banyak action

"Pak kasih tahu dong gimana caranya dapet ide bisnis biar punya usaha?", tanya temen ke saya, biasanya saya jawab," action aja dulu dari satu ide bisnis nanti juga dapet turunan ide bisnisnya". Ya...kadang kita terlalu banyak ide bisnis tapi tidak pernah terealisasikan sampai sekarang. Kenapa begitu ya? Karena terlalu banyak ide bisnis biasanya membuat kita terlalu banyak mikir, karena terlalu banyak mikir bikin kita gak action2 tapi malah mikir terus...habis dipikir dihitung, dipikir lagi, dihitung lagi, mencoba mikir ide bisnis lain lagi, mikir lagi, ngitung lagi, mikir lagi, ngitung lagi ..Capek deh......


Coba sekarang mulai dari satu ide bisnis misalnya : bisnis tanaman hias
Action pertama nyari tempat, ketemu yang cocok langsung bayar (mulai action)
nyari tempat kulakan tanaman (action), cek harga tanaman (ngitung), nyari aternatif tempat kulakan (mikir), cek harga tempat baru (ngitung), cari karyawan (mikir), gaji karyawan (ngitung), promosi jualan (mikir, ngitung), sebar brosur (action), melayani pembeli (action), nyiapin dana buat kulakan lagi (ngitung) dst....

Ternyata mikir dan ngitung setelah action akan terus menimbulkan ide2 baru dan membuat kita mikir terus terhadap masalah yang real dihadapi. Mikir dan ngitung terhadap ide yang sudah direalisasikan di lapangan tidak rugi karena akan berdampak langsung terhadap kemajuan usaha dibanding mikir dan ngitung terhadap ide yang belum direalisasikan...

Jadi daripada kebanyakan ide sedikit action mendingan sedikit ide banyak action dan saya yakin dengan banyak action akan berdampak terhadap perkembangan usaha kita.

salam satu ide banyak action

Ato Sunarto

Tuesday, 5 January 2010

Siapa bilang ngasih gratis itu rugi?


“Besok hari ibu ya?”. tanya saya ke istri saat bulan Desember yang lalu, “Iya, memang kenapa?’, jawab istri. “Buat promosi ah di Kupat Tahu Bandung”, lanjut saya.”kita kasih gratis buat ibu2 yang makan di Kupat Tahu Bandung khusus tgl 22 Des ini”, jawab saya. “Kok pakai gratis segala sih?", diskon 50 % aja", sanggah istri, “Nggak ah tanggung kalo diskon 50 % mah, gak nendang promosinya”, bantah saya tetep ngotot dengan ide gratisnya.

Akhirnya malam itu juga saya buat tulisan di komputer utuk dipasang di outlet Kupat Tahu Bandung dan saya posting di milis TDA, Cikarang Baru, Facebook dan fans KTB. Seperti dugaan saya pas hari H nya cukup ramai konsumen di Kupat Tahu Bandung yang kebanyakan memang ibu2. Beberapa orang terdengar menghubungi temennya begitu dikasih tahu ada promosi gratis di Kupat Tahu Bandung.

Besoknya saya cek hasil penjualan pada saat promosi gratis, ternyata omzet di hari ibu tercatat Rp. 1.1 juta, dan saya cek berapa pembelanjaan di hari itu ternyata saldonya masih surplus Rp. 310 ribuan., lho kok bisa? He..he…he.. gini ceritanya:

Promosi gratisnya adalah khusus menu Kupat Tahu Bandung untuk makan di tempat berlaku untuk ibu2 atau wanita.

Orang kita biasanya masih malu2 kalo ada promosi gratis datang tanpa beli apa2 (walaupun kalo mau begitu juga gak apa2 sebenarnya) . Rasa gak enak itulah yang saya bidik sehingga kejadiannya seperti ini:

Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) minumnya teh botol (bayar)
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) tambah Baso/Mie Ayam (bayar) pake kerupuk (bayar) minumnya teh botol/es jelly (bayar)
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) ngajak suami/temen cowok (bayar) minumnya berdua suami/cowok (bayar), dibungkus buat orang rumah (bayar).
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) dibawa pulang 4 (bayar).
Dan banyak variasi lainnya he..he..

Manfaat lain dari promosi ini adalah dapet promosi gratis dengan penuhnya outlet KTB di hari ibu dan gaung promosinya yang luar biasa.

Jadi siapa bilang ngasih gratis itu Rugi?...

Tunggu ide gratis lainnya yang sudah diterapkan......

Sunday, 3 January 2010

Cara tulisan ngelink ke artikel lain

Saya baru dapet ilmunya cara tulisan kita bisa ngelingk ke artikel/blog lain dari pak Eko Eshape tadi malam di rumah beliau, (coba klik nama Eko Eshape pasti nyambung ke blog beliau kan? he..he...).

Caranya ternyata gampang banget ikutin aja langkah dibawah ini :
1. Pertama kita nulis aja di blog atau di milis tulisan apa saja
2. Jika mau ambil artikel atau ngelink ke artikel tinggal pindah ke alamat artikel yang mau kita ambil.
3. copy alamat artikel yang posisinya berada di atas misal(http://eshape.blogspot.com/)
4. balik lagi ke tempat kita nulis
5. cari kata/kalimat yang akan kita buat link misal : Eko Eshape
6. klik tanda insert link di kata Eko Eshape
7. klik kanan paste atau Control P
8. Sudah selesai

Tararengkyu buat pak Eko yang sudah ngajarin...

Sunday, 27 December 2009

Jalan jalan sama keluarga


Sudah sejak tahun 2004 saya sering bepergian rame2 bersama keluarga bareng dengan keluarga teman kantor atau dulunya teman sekantor. Dengan pergi rame2 akhirnya bisa terjalin tali silaturrahmi yang erat dan ikatan kekeluargaan yang kuat. Sudah beberapa tempat yang pernah disinggahi; Bali, Jogja, Carita Anyer , Pulau Bidadari, Bandung, Pangandaran dan terakhir ke Ciater Subang.


Perjalanan ke Ciater Subang agak dadakan karena rencana awal ke Guci Tegal tetapi gak dapet hotel akhirnya dialihkan ke Ciater yang lebih dekat (sama2 obyek Wisata air panas. Di Ciater pun sudah gak kebagian hotel jadi nginepnya nyewa Villa buat rame2.


Dari Ciater dilanjutkan ke Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung dan pulang lewat tol Cipularang. Capek dan repot memang perjalanan rame2 tetapi anak2 senang dan masih terjaganya tali silaturrahmi dengan keluarga teman2 kantor. Mudah2an acara ini tetap bisa dijaga sambil mengikuti pertumbuhan anak2 beranjak dewasa.

Thursday, 24 December 2009

Nonton sang pemimpi sama tukang kerupuk


Sore2 setelah selesai ujian akhir semester saya ngomong ke anak saya yang nomer dua,Defa namanya “De tuh ada kerupuk (seperti chiki) didus tapi belum digoreng”, kata saya sambil ngeluarin bahan kerupuk di dus. Kerupuk terus digoreng sama si bibi di dapur. Selesai digoreng kerupuk dimakan rame2 di dapur. “Ah mau ke Ifan dulu, mau ngasih kerupuk”, kata anak saya sambil ngeloyor pergi bawa satu bungkus plastik kerupuk. Gak lama kemudian dia datang sama temennya, si Ifan. “Kita jual aja yuk!”. kata si Defa ke si Ifan, “Iya de kita bungkusin aja pake plastik” seru si Ifan .


Akhirnya kerupuk dibungkusin pakai plastik kecil2 dan terkumpul 8 bungkus. Berdua mereka keluar rumah dan saya perhatikan mereka ngegelar dagangannya di pinggir jalan di pagar tetangga depan rumah.”kerupuk..kerupuk kerupuk !!”, teriak mereka sambil nyari2 temen2 mereka buat ditawarin. Gak ada respon dari anak di sekitar rumah, mungkin masih pada tidur karena gak terlihat ada anak2 keluyuran. “Fan kita keliling aja pake sepeda”, kata si Defa. “Oke deh..ntar saya ngambil sepeda dulu”, balas si Irfan. Akhirnya mereka berdua keliling komplek rumah berboncengan, Si Ifan ngebonceng si Defa.”kerupuk.kerupuk,,kerupuk..”, terdengar teriakan mereka setiap kali lewat depan rumah. Tiga kali keliling belum ada perkembangan juga, kerupuk masih lengkap. Gak lama kemudian saya lihat mereka ketemu anak di perempatan jalan. “Mau beli kerupuk gak?, enak lho nih coba samplenya”, kata si defa nyoba nawarin ke anak tetangga yang lagi main sepeda. Dicobanya kerupuk sama anak tetangga, “iya enak ya kerupuknya”, kata anak tetangga.”makanya beli dong”, desak si Defa sama si Ifan. “pengin sih tapi gimana lagi gak bawa duit”, kata anak tetangga. “Yaaaa... payah juga udah nyobain gak jadi beli”, kata si Defa sedikit kecewa.


“Sudah ada yang beli belum de?”, tanya saya pura2 gak tahu. “belum yah susah juga tuh jualannya”, balas si Defa sedikit kendor semangatnya. “Ya sudah coba lagi aja”, jawab saya sambil pergi beranjak masuk rumah untuk mandi dulu. Tiba2 pas lagi mandi ada teriakan dari luar kamar mandi.”Yaaahhhh.... laku satu !!!!”, teriak si Defa dari luar.” Siapa yang beli de?”, teriak saya dari kamar mandi.”Bu Is, mamanya Risa!!!”, jawab si Defa.” Ya sudah sekarang jualannya ke ibu2 saja”, teriak saya dari kamar mandi.” Ok !!!”, jawab si Defa sambil ngeloyor pergi.


Gak lama kemudian pas selesai sholat ashar ada yang teriak lagi. “Yah sudah laku 5 bungkus”, kata si Defa sedikit bangga. “Siapa yang beli de?”, tanya saya.”Mama Risa 1, mama Andri 2, mamanya Dila 2”, cerocos si Defa mulai bersemangat. Saya lihat mereka sudah gak berdua lagi tapi sudah rame sama temen2nya yang lain, si Yoga anak tetangga depan rumah dan si Pandu temen akrabnya. “Ayo kita bungkusin lagi stok sudah mau habis”, ajak si Defa sama temen2nya. Mereka berempat akhirnya rame2 bungkusin kerupuk pake lilin di dapur.

Sampai sore mereka melanjutkan jualannya. “Laku 9 bungkus yah hari ini….”, lapor si Defa pas mau berngkat ke bengkel sepeda.”Pertamanya aku malu juga waktu mau nawarin tapi pas ada yang beli sudah gak lagi, gimana kalo dijual di sekolahan aku aja ya yah?”, terang si defa sambil ngasih ide barunya.” Boleh juga tuh idenya, nanti ayah bungkusin bawa di tas yah..,” jawab saya.

Ah…ternyata pengalaman si Defa jualan ngingetin saya sama cerita pengalaman temen2 TDA yang baru nyoba nawarin jualannya ke orang. Ada rasa ragu, malu, gak pede kalo nawarin dagangannya. Melatih dari dini anak2 untuk jualan produk saya yakin akan menambah rasa pede dan semangat anak2 kita. Malam harinya si Defa saya ajak nonton Film Sang Pemimpi yang sudah seminggu diimpikannya. Semoga impian2nya bisa kesampaian seperti halnya pesan moral yang banyak ditemui di setiap adegan film Sang Pemimpi. “Sukses selalu ya tukang kerupuk, besok dilatih lagi jualannya”, doa saya dalam hati.

Sukses memang perlu diperjuangkan dan dilatih sejak dini.

Salam


Ato Sunarto
Bapaknya tukang kerupuk

Kita orang Bekasi bukan orang Jakarta !!!

Sepuluh tahun lalu kalo ada moment pulang kampung lebaran biasanya dijadikan ajang pamer buat nunjukin lokasi kita dimana kita tinggal.
“Eeehhh ada orang Jakarta, kapan datang?”,ucapan itu biasanya sudah bikin saya ndut ndutan hidung…maklum dibilang orang Jakarta sedikit ngangkat derajat gaul dimata orang kampung. Begitu juga kalo ketemu temen lama atau saudara jauh kalo ditanya alamat biasanya jawabnya tinggal di Jakarta, mau bilang tinggal di Bekasi rasanya gak terlalu pede dan suka bikin pertanyaan ulang “ Bekasi ?!”, “sebelah mana Jakarta ya?”. “Cape deh…!!!”

Sekarang suasananya sudah lain, Bekasi sudah tidak sunyi lagi, Bekasi sudah menjadi kota yang hidup 24 jam. Angkutan umum sudah tersedia untuk semua penjuru kota. Mall, Rumah Sakit, Universitas, Sarana Olah Raga, Sarana Ibadah, Sarana pendidikan, Sarana Hiburan sudah lengkap di Bekasi.Komplit plit plit ....!!

Sempat saya ditelpon sama temen waktu posisi saya di Cikarang.
“Kamu sekarang lagi dimana?”, tanya temen di ujung telpon. “ Saya posisi lagi di jalan layang Cikarang!”, jawab saya. “ Apa!????” teriak temen saya, “di Cikarang sudah ada jalan layang?!!!!”, teriak temen saya sedikit heran campur bingung.” makanya kapan2 kamu main dong ke Bekasi, lihat tuh perkembangannya”, jawab saya sedikit bangga dan pamer he..he...(belum tahu dia!!..).

Ada juga temen nanya alamat rumah.
“Alamat kamu dimana?”, tanya temen saya, “Kamu keluar tol Cikarang belok ke kiri ke arah Jababeka, kurang lebih 1.5 km kamu belok kanan menuju arah Golf”, jawab saya datar dengan nada sedikit sombong”. “Arah Golf..?!!????”ulang temen saya nadanya sedikit ragu. “ Iya masuk aja nanti saya jemput di bundaran golf”, saya jawab dengan nada yang tetep rada sombong..he..he...

Atau kalo ada janjian sama temen
“ Ya sudah nanti kita ketemuan aja di Rest Area Km 19 Bekasi, di Starbuck !!!”, ajak saya ke temen bisnis. “ Gile , sudah ada Starbuck juga ya di Bekasi?!”. Ledek temen saya yang jarang main ke Bekasi. “Gua hajar juga lu memangnya lu kira Bekasi sekarang kayak apa?, makanya main dong ke Bekasi biar gaul !!”, balas saya sambil ngeledek juga he..he....Asal tahu aja asal muasalnya kata Starbuck itu kan dari kata setubruk ya?!!

Memang ada juga pertanyaan yang masih belum bisa ngejawab dengan jelas, “Di Bekasi kok banyak banget nama2 daerah yang dimulai dengan kata2 Rawa ya?, misalnya Rawapanjang, Rawalumbu, Rawakalong, Rawabebek, dll...memang dulu bekas Rawa ya?”, tanya temen yang baru denger daerah2 di Bekasi. “ Menurut cerita sih begitu, dulu Bekasi dikenal sebagai tempat Jin buang anak tapi sekarang sudah berubah menjadi tempat Jon bikin anak !!”, jawab saya mantabs!!.

Sekarang ini saat pulang kampung kalo ada yang nyambut “Eeehh ada orang Jakarta, kapan datang?”, biasanya saya jawab dulu gini, “ Kita orang Bekasi, bukan orang Jakarta !!!’, jawab saya mantabs! (pake b lagi!!).

Salam

Ato Sunarto