Thursday, 25 February 2010

Logo Baru Kupat Tahu Bandung Mang Oman


Setelah usaha kuliner Kupat Tahu Bandung berjalan 5 tahun, maka kini saatnya untuk dikembangkan. Salah satu yang menjadi pehatian kami adalah memberi nama usaha Kupat Tahu Bandung agar menjadi pembeda dengan usaha sejenis yang sekarang mulai bermunculan. Setelah melalui pertimbangan maka diputuskanlah nama Mang Oman sebagai nama usaha kuliner kami. Mang Oman sendiri adalah paman kami yang awalnya merintis usaha ini dan akhirnya kami kelola sendiri setelah Mang Oman pulang kampung.

Dengan perubahan nama maka otomatis kami mengubah logo kupat tahu bandung menjadi Kupat Tahu Bandung Mang Oman. Semoga dengan logo baru ini akan membawa semangat baru dan memacu kami untuk terus berkembang.

Sunday, 24 January 2010

Cerita dari temen tentan jurus APH

Salam Sahabat ....

Entah ini bisa dikatakan menggunakan jurus APH gaya pak ato atau tidak. Yang jelas saya coba sharing saja, dengan terbersit sedikit harapan bisa masuk bukunya pak Ato ... hehehe.

Awalnya saya tidak terpikir sedikitpun untuk jualan susu, yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan susu anak saya dengan sedikit menghemat. Karena anak saya maunya minum susu salah satu produk yang bikin kantong jebol ...fiuuhhh (gak apa2 deh demi anak). Saya selalu cari2 informasi tempat susu murah, dari kejar promo2 di supermarket sampai ke toko2 susu yang menawarkan harga murah disepanjang Jl. Agus Salim, Bekasi Timur. Cukup melelahkan memang.

Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan sepupu saya yang pacarnya merupakan seorang SPG susu yang produknya anak saya minum. Berawal dari ngobrol2, saya diberi informasi tempat membeli susu yang super murah, walaupun itu bukan distributor langsung, tapi tempatnya cukup jauh dan bikin cape punggung kalau naik motor. Akhirnya saya pun beli susu ditempat tersebut, awalnya 1 karton, demi kebutuhan anak saya 2 bulan hehehe ...

Pikir punya pikir, gimana caranya biar bisa lebih hemat lagi (duh ini mau hemat apa pelit sih heheheh...) ya sudah saya berfikir untuk dijual lagi. Setelah berfikir tersebut saya langsung bikin brosur ala fotocopy (gak pake mikir 10 menit lagi). Brosur dah jadi, langsung saya sebar ke teman2 kantor. Dan ternyata cukup mendapat sambutan, yah udah minggu besok saya beli lebih banyak lagi, dan terus begitu ....

Kalau dihitung-hitung, kok rugi diongkos yah ... mikir lagi ... mikir lagi .... ya udah akhirnya saya coba pinjem mobil mertua, biar bisa muat lebih banyak susu (karena sebelumnya cuma bisa dapet 2 karton karena naik motor). Akhirnya baru bisa untung, karena dengan beli susu lebih banyak dapat menutup biaya transportasi.

Sekarang mikir lagi mikir lagi ... gimana bisa berkembang karena dah stok banyak, bisa-bisa masa expired bisa habis .... Saya putuskan untuk coba sebar brosur, dengan berbagai strategi, seperti sebar brosur diarisan ibu-ibu sampai sebar brosur dengan jasa tukang odong2 (dengan perhitungan lebih dekat ke ibu-ibu yang jagain anaknya main odong2).

Singkat kata permintaan sekarang lebih banyak dari pada stok .... mikir lagi ... (waduh jadi kebanyakan mikir yah hehehe). Mau nambah modal gak ada ...pusing deh ... Ya udah akhirnya saya terapkan sistem reseller, yang mau jadi reseller pada saat belanja kudu uangnya dulu dengan sistem pembelanjaan minimal. Nah Alhamdulillah walaupun blom banyak yang jadi reseller, tapi sudah cukup membantu dari segi pemasaran dan keuangan. Dan istri saya yang awalnya bekerja, sekarang persiapan resign, agar lebih fokus lagi.

Oh, iya dalam cerita saya ini bukan berarti tidak pernah rasa pesimis dalam diri saya. Saya sempat pesimis dengan bisnis susu ini, tapi berkat support moril waktu bincang-bincang di mobil dengan seorang rekan yang punya pasarbatik.com (siapa yah namanya? yang saya inget orangnya gede ... wahaha tq mas Dhika). Ternyata dalam usaha itu banyak sekali hambatan, tinggal seberapa kuat mental kita untuk menghadapinya. Semoga Zahra Milk bisa terus bertahan ditengah banyaknya usaha serupa. Amin

=========================================
Artikel ini juga dapat dilihat juga di titatut.wordpress.com
=========================================
Z u c h r i
Beli susu dapat bisnis cuma ada di Zahra Milk
www.jualanonline.net

Pelatihan Wirausaha


Hari Minggu tgl 24 Januari 2010 bertempat di ruko Permata Gardenia Blok H no. 12 Kota Jababeka Cikarang Bekasi diadakan pelatihan wirausaha "Cara Cepat Buka Usaha pake jurus APH, Action-Pikir-Hitung". Saya sendiri bertindak sebagai fasilitator yang berlangsung selama 3 jam, dimulai dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang. Peserta yang hadir ada 15 orang dengan berbagai macam latar belakang.

Materi pelatihan saya ambil dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang-orang yang saya kenal dalam menerapkan jurus APH dalam memulai usahnya. Memang ada beberapa kontroversi mengenai cara memulai usaha dengan jurus APH, tetapi buat saya apapun jurus yang dipake oleh masing2 orang dalam memulai usahanya, sebenarnya bukan untuk diperdebatkan karena masing2 pasti punya alasan dan gaya sendiri dalam merintis usaha. Ada yang lebih penting sebenarnya yaitu bisa membuktikan di lapangan sehingga menambah inspirasi dan motivasi bagi orang yang mau memulai usaha.

Pelatihan ini sebagai salah satu sarana untuk menerbitkan buku dengan judul yang sama dengan materi pelatihan. Dengan aplikasi langsung di lapangan dan berharap mendapat respon dari peserta pelatihan diharapkan akan menambah materi yang dimasukkan di dalam buku yang sekarang dalam proses penulisan. Saya akan terus mengikuti perkembangan semua peserta pelatihan dan melihat hasilnya. Mudah2an ilmu yang dibagikan bisa bermanfaat bagi kami semua.

Acara ini sebagai action saya setelah mengikuti pelatihan "Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS" seminggu sebelumnya. Saya menyadari bahwa materi pelatihan belum sempurna sesuai dengan harapan tetapi sesuai dengan salah satu materi di pelatihan "jangan pernah menunggu sempurna atau ideal dalam memulai usaha karena kesempurnaan perlu waktu dan proses".....Jadi action dulu, mikir dan ngitung belakangan....

Saturday, 16 January 2010

Menulis itu gampang..

Waktu membaca judul posting di milis TDA mengenai kegiatan workshop menulis dengan tema "Cara cepat menulis buku metode 12 pas" saya tidak tertarik untuk mengikutinya. "Ah menulis aja pake workshop segala memang ilmunya apa saja sih ?", batin saya waktu itu. Pikiran mulai tertarik waktu pak Eko Eshape ngometarin tulisan saya, "Pak Ato itu tulisannya menarik lho apalagi kalo ikut workshop pasti lebih bagus lagi", begitu komentarnya. Membaca tulisan pak Eko saya ngebatin lagi, " Ah.. buaya mau dikadalin he..he.. itu sih triknya pak Eko aja biar saya ikut workshop", pikir saya waktu itu karena pak Eko termasuk salah satu panitia acara ini, tapi karena pak Eko komennya di milis saya bales komen," Ok deh pak Eko nanti saya ikut, bayarnya nyusul ya", balas saya.

Pertemuan selanjutnya terjadi di rumah pak Eko waktu pak Rawi sama pak Ruwi baru pulang dari SMK Subang, waktu mau pulang bu Yeni (istri pak Eko) nawarin lagi ," Pak Ato ikut acara workshop ya?", ajak Bu Yeni, "Iya deh Bu nih bayar sekalian," sambil ngeluarin uang saya langsung daftar.

Hari ini seharian saya ikut workshop menulis yang dipandu langsung oleh pak Dodi Mawardi pemilik Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia yang sudah nulis 25 judul buku. Diluar perkiraan ternyata banyak hal yang saya dapat selama workshop berlangsung. Dengan metode yang lebih terarah ternyata menulis menyenangkan dan bisa lebih cepat. Salah satunya dengan cara menulis secara acak dan dibuat pohon idenya. Ide2 yang ada di kepala kita bisa dicurahkan semuanya, kita bisa tulis tanpa berpikir urutan, tanpa pilihan kata, bebas sebebasnya. Ternyata dengan cara seperti ini banyak ide yang keluar dan lebih mudah untuk menyusunnya pada saat dibuat outlinenya.

Ada juga sharing dari pak Wahyu Saidi yang berprofesi sebagai pengusaha ternyata sudah menerbitkan 31 buah buku. Pak Wahyu bercerita tentang motivasinya membuat buku dan bagaimana caranya beliau begitu produktif dalam menulis. Buku buat pak Wahyu disamping sebagai aktualisasi diri juga sebagai salah satu bentuk promosi buat usaha beliau. Buku bisa juga sebagai identitas kita pada saat didaulat sebagai pembicara di seminar2 yang akan meningkatkan brand kita dimata audience.

Target selanjutnya adalah ikut kursus yang diselenggarakan oleh SMK Indonesia dan pada bulan Maret 2010 sudah bisa menerbitkan minimal 1 judul buku. Belajar itu memang lebih cepat kalo sama ahlinya. Semoga ilmu hari ini bisa meningkatkan kualitas diri sehingga bisa berkembang lebih cepat lagi.

Selamat menulis

Friday, 15 January 2010

Satu ide banyak action

"Pak kasih tahu dong gimana caranya dapet ide bisnis biar punya usaha?", tanya temen ke saya, biasanya saya jawab," action aja dulu dari satu ide bisnis nanti juga dapet turunan ide bisnisnya". Ya...kadang kita terlalu banyak ide bisnis tapi tidak pernah terealisasikan sampai sekarang. Kenapa begitu ya? Karena terlalu banyak ide bisnis biasanya membuat kita terlalu banyak mikir, karena terlalu banyak mikir bikin kita gak action2 tapi malah mikir terus...habis dipikir dihitung, dipikir lagi, dihitung lagi, mencoba mikir ide bisnis lain lagi, mikir lagi, ngitung lagi, mikir lagi, ngitung lagi ..Capek deh......


Coba sekarang mulai dari satu ide bisnis misalnya : bisnis tanaman hias
Action pertama nyari tempat, ketemu yang cocok langsung bayar (mulai action)
nyari tempat kulakan tanaman (action), cek harga tanaman (ngitung), nyari aternatif tempat kulakan (mikir), cek harga tempat baru (ngitung), cari karyawan (mikir), gaji karyawan (ngitung), promosi jualan (mikir, ngitung), sebar brosur (action), melayani pembeli (action), nyiapin dana buat kulakan lagi (ngitung) dst....

Ternyata mikir dan ngitung setelah action akan terus menimbulkan ide2 baru dan membuat kita mikir terus terhadap masalah yang real dihadapi. Mikir dan ngitung terhadap ide yang sudah direalisasikan di lapangan tidak rugi karena akan berdampak langsung terhadap kemajuan usaha dibanding mikir dan ngitung terhadap ide yang belum direalisasikan...

Jadi daripada kebanyakan ide sedikit action mendingan sedikit ide banyak action dan saya yakin dengan banyak action akan berdampak terhadap perkembangan usaha kita.

salam satu ide banyak action

Ato Sunarto

Tuesday, 5 January 2010

Siapa bilang ngasih gratis itu rugi?


“Besok hari ibu ya?”. tanya saya ke istri saat bulan Desember yang lalu, “Iya, memang kenapa?’, jawab istri. “Buat promosi ah di Kupat Tahu Bandung”, lanjut saya.”kita kasih gratis buat ibu2 yang makan di Kupat Tahu Bandung khusus tgl 22 Des ini”, jawab saya. “Kok pakai gratis segala sih?", diskon 50 % aja", sanggah istri, “Nggak ah tanggung kalo diskon 50 % mah, gak nendang promosinya”, bantah saya tetep ngotot dengan ide gratisnya.

Akhirnya malam itu juga saya buat tulisan di komputer utuk dipasang di outlet Kupat Tahu Bandung dan saya posting di milis TDA, Cikarang Baru, Facebook dan fans KTB. Seperti dugaan saya pas hari H nya cukup ramai konsumen di Kupat Tahu Bandung yang kebanyakan memang ibu2. Beberapa orang terdengar menghubungi temennya begitu dikasih tahu ada promosi gratis di Kupat Tahu Bandung.

Besoknya saya cek hasil penjualan pada saat promosi gratis, ternyata omzet di hari ibu tercatat Rp. 1.1 juta, dan saya cek berapa pembelanjaan di hari itu ternyata saldonya masih surplus Rp. 310 ribuan., lho kok bisa? He..he…he.. gini ceritanya:

Promosi gratisnya adalah khusus menu Kupat Tahu Bandung untuk makan di tempat berlaku untuk ibu2 atau wanita.

Orang kita biasanya masih malu2 kalo ada promosi gratis datang tanpa beli apa2 (walaupun kalo mau begitu juga gak apa2 sebenarnya) . Rasa gak enak itulah yang saya bidik sehingga kejadiannya seperti ini:

Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) minumnya teh botol (bayar)
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) tambah Baso/Mie Ayam (bayar) pake kerupuk (bayar) minumnya teh botol/es jelly (bayar)
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) ngajak suami/temen cowok (bayar) minumnya berdua suami/cowok (bayar), dibungkus buat orang rumah (bayar).
Makan Kupat Tahu Bandung (gratis) dibawa pulang 4 (bayar).
Dan banyak variasi lainnya he..he..

Manfaat lain dari promosi ini adalah dapet promosi gratis dengan penuhnya outlet KTB di hari ibu dan gaung promosinya yang luar biasa.

Jadi siapa bilang ngasih gratis itu Rugi?...

Tunggu ide gratis lainnya yang sudah diterapkan......

Sunday, 3 January 2010

Cara tulisan ngelink ke artikel lain

Saya baru dapet ilmunya cara tulisan kita bisa ngelingk ke artikel/blog lain dari pak Eko Eshape tadi malam di rumah beliau, (coba klik nama Eko Eshape pasti nyambung ke blog beliau kan? he..he...).

Caranya ternyata gampang banget ikutin aja langkah dibawah ini :
1. Pertama kita nulis aja di blog atau di milis tulisan apa saja
2. Jika mau ambil artikel atau ngelink ke artikel tinggal pindah ke alamat artikel yang mau kita ambil.
3. copy alamat artikel yang posisinya berada di atas misal(http://eshape.blogspot.com/)
4. balik lagi ke tempat kita nulis
5. cari kata/kalimat yang akan kita buat link misal : Eko Eshape
6. klik tanda insert link di kata Eko Eshape
7. klik kanan paste atau Control P
8. Sudah selesai

Tararengkyu buat pak Eko yang sudah ngajarin...

Sunday, 27 December 2009

Jalan jalan sama keluarga


Sudah sejak tahun 2004 saya sering bepergian rame2 bersama keluarga bareng dengan keluarga teman kantor atau dulunya teman sekantor. Dengan pergi rame2 akhirnya bisa terjalin tali silaturrahmi yang erat dan ikatan kekeluargaan yang kuat. Sudah beberapa tempat yang pernah disinggahi; Bali, Jogja, Carita Anyer , Pulau Bidadari, Bandung, Pangandaran dan terakhir ke Ciater Subang.


Perjalanan ke Ciater Subang agak dadakan karena rencana awal ke Guci Tegal tetapi gak dapet hotel akhirnya dialihkan ke Ciater yang lebih dekat (sama2 obyek Wisata air panas. Di Ciater pun sudah gak kebagian hotel jadi nginepnya nyewa Villa buat rame2.


Dari Ciater dilanjutkan ke Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung dan pulang lewat tol Cipularang. Capek dan repot memang perjalanan rame2 tetapi anak2 senang dan masih terjaganya tali silaturrahmi dengan keluarga teman2 kantor. Mudah2an acara ini tetap bisa dijaga sambil mengikuti pertumbuhan anak2 beranjak dewasa.

Thursday, 24 December 2009

Nonton sang pemimpi sama tukang kerupuk


Sore2 setelah selesai ujian akhir semester saya ngomong ke anak saya yang nomer dua,Defa namanya “De tuh ada kerupuk (seperti chiki) didus tapi belum digoreng”, kata saya sambil ngeluarin bahan kerupuk di dus. Kerupuk terus digoreng sama si bibi di dapur. Selesai digoreng kerupuk dimakan rame2 di dapur. “Ah mau ke Ifan dulu, mau ngasih kerupuk”, kata anak saya sambil ngeloyor pergi bawa satu bungkus plastik kerupuk. Gak lama kemudian dia datang sama temennya, si Ifan. “Kita jual aja yuk!”. kata si Defa ke si Ifan, “Iya de kita bungkusin aja pake plastik” seru si Ifan .


Akhirnya kerupuk dibungkusin pakai plastik kecil2 dan terkumpul 8 bungkus. Berdua mereka keluar rumah dan saya perhatikan mereka ngegelar dagangannya di pinggir jalan di pagar tetangga depan rumah.”kerupuk..kerupuk kerupuk !!”, teriak mereka sambil nyari2 temen2 mereka buat ditawarin. Gak ada respon dari anak di sekitar rumah, mungkin masih pada tidur karena gak terlihat ada anak2 keluyuran. “Fan kita keliling aja pake sepeda”, kata si Defa. “Oke deh..ntar saya ngambil sepeda dulu”, balas si Irfan. Akhirnya mereka berdua keliling komplek rumah berboncengan, Si Ifan ngebonceng si Defa.”kerupuk.kerupuk,,kerupuk..”, terdengar teriakan mereka setiap kali lewat depan rumah. Tiga kali keliling belum ada perkembangan juga, kerupuk masih lengkap. Gak lama kemudian saya lihat mereka ketemu anak di perempatan jalan. “Mau beli kerupuk gak?, enak lho nih coba samplenya”, kata si defa nyoba nawarin ke anak tetangga yang lagi main sepeda. Dicobanya kerupuk sama anak tetangga, “iya enak ya kerupuknya”, kata anak tetangga.”makanya beli dong”, desak si Defa sama si Ifan. “pengin sih tapi gimana lagi gak bawa duit”, kata anak tetangga. “Yaaaa... payah juga udah nyobain gak jadi beli”, kata si Defa sedikit kecewa.


“Sudah ada yang beli belum de?”, tanya saya pura2 gak tahu. “belum yah susah juga tuh jualannya”, balas si Defa sedikit kendor semangatnya. “Ya sudah coba lagi aja”, jawab saya sambil pergi beranjak masuk rumah untuk mandi dulu. Tiba2 pas lagi mandi ada teriakan dari luar kamar mandi.”Yaaahhhh.... laku satu !!!!”, teriak si Defa dari luar.” Siapa yang beli de?”, teriak saya dari kamar mandi.”Bu Is, mamanya Risa!!!”, jawab si Defa.” Ya sudah sekarang jualannya ke ibu2 saja”, teriak saya dari kamar mandi.” Ok !!!”, jawab si Defa sambil ngeloyor pergi.


Gak lama kemudian pas selesai sholat ashar ada yang teriak lagi. “Yah sudah laku 5 bungkus”, kata si Defa sedikit bangga. “Siapa yang beli de?”, tanya saya.”Mama Risa 1, mama Andri 2, mamanya Dila 2”, cerocos si Defa mulai bersemangat. Saya lihat mereka sudah gak berdua lagi tapi sudah rame sama temen2nya yang lain, si Yoga anak tetangga depan rumah dan si Pandu temen akrabnya. “Ayo kita bungkusin lagi stok sudah mau habis”, ajak si Defa sama temen2nya. Mereka berempat akhirnya rame2 bungkusin kerupuk pake lilin di dapur.

Sampai sore mereka melanjutkan jualannya. “Laku 9 bungkus yah hari ini….”, lapor si Defa pas mau berngkat ke bengkel sepeda.”Pertamanya aku malu juga waktu mau nawarin tapi pas ada yang beli sudah gak lagi, gimana kalo dijual di sekolahan aku aja ya yah?”, terang si defa sambil ngasih ide barunya.” Boleh juga tuh idenya, nanti ayah bungkusin bawa di tas yah..,” jawab saya.

Ah…ternyata pengalaman si Defa jualan ngingetin saya sama cerita pengalaman temen2 TDA yang baru nyoba nawarin jualannya ke orang. Ada rasa ragu, malu, gak pede kalo nawarin dagangannya. Melatih dari dini anak2 untuk jualan produk saya yakin akan menambah rasa pede dan semangat anak2 kita. Malam harinya si Defa saya ajak nonton Film Sang Pemimpi yang sudah seminggu diimpikannya. Semoga impian2nya bisa kesampaian seperti halnya pesan moral yang banyak ditemui di setiap adegan film Sang Pemimpi. “Sukses selalu ya tukang kerupuk, besok dilatih lagi jualannya”, doa saya dalam hati.

Sukses memang perlu diperjuangkan dan dilatih sejak dini.

Salam


Ato Sunarto
Bapaknya tukang kerupuk

Kita orang Bekasi bukan orang Jakarta !!!

Sepuluh tahun lalu kalo ada moment pulang kampung lebaran biasanya dijadikan ajang pamer buat nunjukin lokasi kita dimana kita tinggal.
“Eeehhh ada orang Jakarta, kapan datang?”,ucapan itu biasanya sudah bikin saya ndut ndutan hidung…maklum dibilang orang Jakarta sedikit ngangkat derajat gaul dimata orang kampung. Begitu juga kalo ketemu temen lama atau saudara jauh kalo ditanya alamat biasanya jawabnya tinggal di Jakarta, mau bilang tinggal di Bekasi rasanya gak terlalu pede dan suka bikin pertanyaan ulang “ Bekasi ?!”, “sebelah mana Jakarta ya?”. “Cape deh…!!!”

Sekarang suasananya sudah lain, Bekasi sudah tidak sunyi lagi, Bekasi sudah menjadi kota yang hidup 24 jam. Angkutan umum sudah tersedia untuk semua penjuru kota. Mall, Rumah Sakit, Universitas, Sarana Olah Raga, Sarana Ibadah, Sarana pendidikan, Sarana Hiburan sudah lengkap di Bekasi.Komplit plit plit ....!!

Sempat saya ditelpon sama temen waktu posisi saya di Cikarang.
“Kamu sekarang lagi dimana?”, tanya temen di ujung telpon. “ Saya posisi lagi di jalan layang Cikarang!”, jawab saya. “ Apa!????” teriak temen saya, “di Cikarang sudah ada jalan layang?!!!!”, teriak temen saya sedikit heran campur bingung.” makanya kapan2 kamu main dong ke Bekasi, lihat tuh perkembangannya”, jawab saya sedikit bangga dan pamer he..he...(belum tahu dia!!..).

Ada juga temen nanya alamat rumah.
“Alamat kamu dimana?”, tanya temen saya, “Kamu keluar tol Cikarang belok ke kiri ke arah Jababeka, kurang lebih 1.5 km kamu belok kanan menuju arah Golf”, jawab saya datar dengan nada sedikit sombong”. “Arah Golf..?!!????”ulang temen saya nadanya sedikit ragu. “ Iya masuk aja nanti saya jemput di bundaran golf”, saya jawab dengan nada yang tetep rada sombong..he..he...

Atau kalo ada janjian sama temen
“ Ya sudah nanti kita ketemuan aja di Rest Area Km 19 Bekasi, di Starbuck !!!”, ajak saya ke temen bisnis. “ Gile , sudah ada Starbuck juga ya di Bekasi?!”. Ledek temen saya yang jarang main ke Bekasi. “Gua hajar juga lu memangnya lu kira Bekasi sekarang kayak apa?, makanya main dong ke Bekasi biar gaul !!”, balas saya sambil ngeledek juga he..he....Asal tahu aja asal muasalnya kata Starbuck itu kan dari kata setubruk ya?!!

Memang ada juga pertanyaan yang masih belum bisa ngejawab dengan jelas, “Di Bekasi kok banyak banget nama2 daerah yang dimulai dengan kata2 Rawa ya?, misalnya Rawapanjang, Rawalumbu, Rawakalong, Rawabebek, dll...memang dulu bekas Rawa ya?”, tanya temen yang baru denger daerah2 di Bekasi. “ Menurut cerita sih begitu, dulu Bekasi dikenal sebagai tempat Jin buang anak tapi sekarang sudah berubah menjadi tempat Jon bikin anak !!”, jawab saya mantabs!!.

Sekarang ini saat pulang kampung kalo ada yang nyambut “Eeehh ada orang Jakarta, kapan datang?”, biasanya saya jawab dulu gini, “ Kita orang Bekasi, bukan orang Jakarta !!!’, jawab saya mantabs! (pake b lagi!!).

Salam

Ato Sunarto

Wednesday, 23 December 2009

Cara tulisan bisa nge link ke blog kita

Malu bertanya sesat di jalan, sesat di jalan jadi gak berani nanya, gak berani nanya makin sesat dijalan he..he.., jadi mendingan nanya daripada nanti malu maluin kalo lagi ngobrol sama orang kita gak ngerti caranya. Sudah lama saya pengin tahu caranya gimana nulis di milis bisa nyambung ke blog kita. Saya sering lihat tulisan pak Rawi dilanjutkan untuk ngunjungi blognya. Wah enak juga kalo nulis sekali bisa nge link kemana2. Akhirnya tadi malam pas kebetulan lagi ngumpul dengan blogger bekasi saya nanya ke pak Rawi dan sekarang saya lagi nyoba caranya.

Pertama kita nulis dulu di blog kita, lalu semua tulisan di “copypaste” ke tempat yang mau kita buat linknya (ke milis TDA Bekasi misalnya). Setelah selesai balik lagi ke blog kita dan klik kanan di judul tulisan nanti ada tulisan “copy link location” terus balik lagi ke milis TDA Bekasi klik “paste” pilih di tempat mana aja di posisi kita mau nyambungin. Udah selesai.

Mudah2an berhasil soalnya saya juga lagi nyoba he..he..

Salam biar gak gaptek

Ato Sunarto

Saturday, 28 November 2009

Perkembangan Kupat Tahu Bandung

Sudah 2 bulan sejak direnovasi omzet Kupat Tahu Bandung menunjukkan peningkatan. Disamping peningkatan Omzet hal lain yang menggembirakan adalah meningkatnya profit usaha. Keputusan untuk menerovasi Outlet KTB 2 bulan lalu ternyata keputusan yang tepat.

Bisnis Kupat Tahu Bandung yang saat ini sudah melewati usia 5 tahun sudah saatnya untuk dikembangkan. Selain tempat yang sudah direnovasi hal lain yang dibenahi adalah foto menu, seragam karyawan dan spanduk outlet. Hal lain yang harus dibenahi adalah SDM dan sistem pembukuan/administrasi.

Rencananya di tahun 2010 setelah semua sistem berjalan dengan baik, Kupat Tahu Bandung akan membuka cabang di sekitar Jabodetabek. Mudah2an semua berjalan sesuai rencana. Amin

Tuesday, 15 September 2009

Outlet baru KTB

Akhirnya Outlet Kupat Tahu Bandung (KTB) direnovasi sesuai rencana dan sebelum lebaran mudah2an sudah selesai. Mudah2an selesai direnovasi bisa lebih nyaman lagi buat konsumen dan bisa meningkatkan omzet usaha.

Thursday, 20 August 2009

Mengembangkan Usaha

Setelah di akhir Juli selesai merefinancing rumah dan di awal agustus berhasil menjual property yang ditawarkan maka saat ini kondisi cash flow usaha sudah mulai normal kembali.

Rencananya di bulan Ramadhan ini saya akan merenovasi tempat usaha Kupat Tahu Bandung. Keinginan untuk membuat outlet KTB yang representative sudah lama tapi karena lagi ketat ngatur cash flow maka di saat libur di bulan ramadhan ini renovasi outlet KTB baru bisa dilaksanakan.

Perubahan yang dilakukan tidak terlalu banyak karena menyangkut biaya yang harus dikeluarkan. Layout dalam dan penampilan dari depan yang akan diubah. Dengan logo yang baru dan corporate colour yang baru maka disain interior juga akan ada perubahan di dinding ruangan.

Diharapkan dengan layout dan disain yang baru bisa menciptakan brand yang baru terhadap Kupat Tahu Bandung.

Di Akhir 2009 mudah2an sudah bisa menduplikasikan outlet KTB dengan konsep kerjasama dengan pihak ke tiga. Dengan pertubuhan dan cash flow yang baik Insya Allah keinginan Kupat Tahu Bandung untuk bisa berkembang lebih mudah untuk dicapai…

Setelah melalui naik turun perjalanan usaha selama 4 tahun, kini saatnya Kupat Tahu Bandung untuk berkembang…

Monday, 13 July 2009

Mengatur Cash flow

Hampir setahun ini sejak krisis global melanda dunia saya kena imbasnya dalam mengatur Cash flow, hal ini terjadi karena proyeksi investasi di properti tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Di lain pihak saya sudah merintis beberapa usaha yang modalnya didapat dari pinjaman (kartu kredit, leasing, UKM Center dan bank).

Dalam situasi yang sulit ini saya sedang mengajukan refinancing ke bank untuk merestrukturisasi hutang2 sehingga tidak pusing dalam mengelola dan mengatur angsurannya. Mudah2an dalam minggu ini jawaban dari pihak bank sudah bisa diterima. Titik cerah juga ada di properti yaitu rumah yang dipasarkan sudah ada yang minat dan sudah memberi Tanda jadi, mudah2an dalam bulan ini juga bisa transaksi.

Belajar dari pengalaman ini hikmah yang didapat adalah mengatur cash flow itu benar2 harus ketat agar semua kewajiban bisa dilaksanakan tepat waktu dan kepercayaan orang/lembaga bisa tetap dijaga, bisnis dengan cash flow yang amburadul akan melemahkan dan akhirnya mematikan bisnis itu sendiri walaupun secara margin cukup menguntungkan. Dari pengalaman ini juga kami jadi terbiasa dengan namanya hutang sehingga tidak deg2an lagi atau bikin stres dalam menghadapinya karena sudah teruji dengan banyaknya angsuran yang pernah dijalani.

Dibandingkan dengan profit, cash flow jauh lebih penting dalam berbisnis. Bisnis yang profitnya baguspun tapi secara cash flow negatif akan menjadi bisnis yang merugikan. Sebaliknya biarpun bisnisnya masih rugi tapi secara cash flow positif bisnisnya bisa menguntungkan. " mana bisa?" sanggah temen saya. "Bisa aja", jawab saya, "misalnya kita berbisnis di bidang pendidikan, jumlah murid yang daftar masih sedikit sehingga secara operasional belum menguntungkan tetapi dengan uang bayaran yang diterima dimuka untuk 1 tahun maka uangnya bisa digunakan untuk bisnis yang lain untuk diputar dulu atau kalo ditaruh di bankpun masih mendapat bunga bank. Kalo beli barang2pun secara tunai akan dapat harga yang lebih murah. Dengan berjalannya waktu dengan cash flow yang positif maka kerugian di awal2 buka bisa ketutup".

Jadi hati2lah menjaga cash flow....pilihlah bisnis yang diawal bukapun sudah menunjukan cash flow yang posisif...

Salam
Ato Sunarto

Profit is the King

Judul diatas adalah hasil sharing dari temen2 di komunitas TDA. Selama ini dalam merintis usaha saya selalu mengebu-gebu untuk meningkatkan omzet tetapi setiap akhir bulan pada saat tutup buku hasil yang didapat ternyata masih belum sesuai dengan harapan. Setelah sharing dengan teman ternyata untuk mendapat hasil yang sesuai dengan target kita tidak selalu harus mengejar omzet penjualan tetapi lebih banyak melihat efisiensi terhadap sistem yang dibuat.

Salah satu usaha yang saya koreksi harga jualnya adalah Kupat Tahu Bandung, awal Juni 09 setelah saya perhatikan ternyata harga jual yang kami buat terlalu rendah sehingga margin yang didapat tidak sesuai dengan target kami. Setelah harga jual saya naikkan ternyata hasilnya cukup memuaskan dan omzet penjualan masih bisa dipertahankan.

Jadi agar cash flow usaha sebagai urat nadinya bisnis selalu lancar coba periksa lagi bisnis kita agar bisa berjalan efisien dan menguntungkan jangan sekedar ramai tetapi pada saat tutup buku hasil yang didapat tidak memuaskan.


Semoga bermanfaat

Salam
Ato sunarto

Thursday, 11 June 2009

Pilihan bisnis properti

Saat ini beberapa teman lagi keranjingan berburu properti. Setelah Pak Joe hartanto meluncurkan buku Property Cash Machine dimana di didalamnya diberikan kiat2 dan tips2 bagaimana mendapatkan properti tanpa duit malahan dapat duit dan properti yang dibeli memberikan Cash flow positif setiap bulannya makin ngiler aja orang2 untuk berbisnis properti.

Buku Pak Joe lebih menekankan terhadap investasi di properti yang menghasilkan Cash flow positif setiap bulannya dan dari pengalaman beliau Cash flow didapat dari usaha kost-kost an. Begitu juga cara mendapatkan properti yang lebih dianjurkan dengan modal yang sedikit atau lebih baik tanpa modal malahan dianjurkan supaya dapat cash back dari pembelian properti (via KPR).

Pengalaman berbisnis properti masing2 orang memang berbeda beda sehingga sudut pandang dalam berbisnis properti juga lain2. Ada yang fokus di Jual belinya (agen) ada juga yang fokus di Cash flow bulananya serta ada juga yang fokus di investasinya.

Pengalaman saya sendiri masih banyak di jual beli propertinya. Dalam transasksi jual beli ada yang murni hanya sebagai agen (broker) yang mengandalkan komisi saja ada juga yang membeli propertinya kemudian dipoles dulu setelah layak jual baru di pasarkan kembali. Bisnis jual beli properti dengan cara dibeli dulu propertinya tidak harus mempunyai uang yang banyak untuk memulainya, saya pribadi lebih banyak menggunakan dana pihak ketiga (investor) dalam mengelola jual beli rumah. Berbekal pengalaman selama ini bisnis jual beli properti memberikan margin yang cukup lumayan.

Dana dari pihak bank juga bisa menjadi salah satu alternatif sumber modal.
Me-refinance kembali rumah yang masih dalam agunan bank adalah salah satu cara memperoleh dana dari bank. Dengan tingkat suku bunga bank antara 12-15 %/tahun masih bisa di cover dari margin kenaikan harga properti dan biasanya saya selalu mencari properti yang harganya jauh di bawah harga pasaran serta mempunyai likuiditas yang baik.

Selain bisnis kost-kost an sebenarnya lebih bagus sumber cash flow dari bisnis yang menyatu dengan properti yang kita beli. Jadi kita bisa membeli bisnis franchise atau bisnis yang sudah jalan dan bersinergi dengan properti (ruko) yang kita beli. Saya sendiri punya pengalaman menjual rumah kontrakan yang sudah terisi penyewa dan dikonversikan ke ruko dengan membeli bisnis kursus bahasa inggris dengan sistem franchise. Saat ini hasil dari usaha kursus bahasa inggris tersebut sudah bisa mengcover angsuran rukonya malahan masih mendapat dana lebih hampir 3 kali dari nilai angsuran ruko sehingga setiap bulan saya masih dapat cash flow positif dari usaha tersebut.

Untuk teman2 yang baru mulai berbisnis/berinvestasi di properti saran saya carilah cara berinvestasi yang cocok untuk pribadi masing2. Mau sekedar investasi, jual beli atau mencari Cash flow positif dari bisnis properti silakan sesuaikan dengan kondisi, situasi dan kemampuan masing2 yang penting bahwa berinvetasi di properti memang layak untuk dicoba dan hasilnya pasti bikin ketagihan.

Salam properti

Ato Sunarto

Pameran tanaman hias

Mulai tanggal 13 s/d 21 Juni 09 saya bersama sesama pedagang tanaman hias akan mengadakan pameran tanaman hias di Plaza JB Cikarang Bekasi. Pameran ini disamping sebagai ajang untuk lebih mengenalkan lagi paguyuban tanaman hias di Kota Jababeka Cikarang Bekasi juga untuk melihat animo masyarakat terhadap tanaman hias.

Disamping sebagai peserta pameran saya juga menjadi koordinator terhadap semua pedagang yang ikut pameran sehingga ada tugas tambahan yaitu mengatur penataan peserta dan jenis tanaman di pameran. Penunjukan yang dadakan tersebut (hanya 3 hari menjelang pameran) memaksa saya untuk bergerak lebih cepat dalam mengkoordinir peserta pameran dan Alhamdulilah target peserta yang ikut pameran sudah tercapai.

Untuk ikut pameran kadang saya masih menebak nebak tanaman apa yang akan ditonjolkan, jangan sampai sudah capai2 mengangkut tanaman ke lokasi pameran tetapi tidak sesuai dengan target market pengunjung. Pengalaman tahun lalu waktu pameran di tempat yang sama saya berhasil memilih produk yang tidak bersaing dengan peserta yang lain yaitu produk pot keramik dari Plered...he..he.. (sempat di protes juga sama pengelola karena pameran tanaman hias kok malah buka tanaman yang di pamerkan).

Strategi memilih produk yang sesuai dengan target market pengunjung merupakan kunci sukses dalam mengikuti pameran. Penataan produk di lokasi pameran juga akan meningkatkan image terhadap usaha kita dan ajang pameran merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan usaha kita.

Semoga pameran kali ini akan memberikan manfaat dan berkah buat kami semua.

Salam tanaman hias

Ato Sunarto
"Jelita Nursery"-supermarket tanaman hias

Monday, 8 June 2009

Hoby yang jadi bisnis..

Minggu ini saya lagi punya gawe ngebersihin rumput2 liar di lapak tanaman hias Jelita Nursery. Yang dibersihin memang rada2 berat buat yang gak hoby ngerawat tanaman. Rumput yang dibersihin bukan rumput yang kecil2 tapi ini tingginya aja lebih dari satu meter dan akarnya sudah begitu kuat sehingga gak bisa dicabut pake tangan tapi harus pake garpu atau cangkul.

Rencananya setelah rumput dibersihin mau ditanamin tanaman hias sejenis rumput gajah mini, sutra bombay dan kacang2an sehingga akan mempercantik lingkungan di depan lapak Jelita Nursery. Disamping mempercantik pinggiran kali juga menjadi ladang perbanyakan untuk tanaman hias sehingga bisa dijual atau sebagai bibit lagi.

Kalo sudah urusan tanaman memang seringkali saya lupa sama waktu. Kadang saking asyiknya banyak peluang usaha terkalahkan dengan hoby ini. Tapi dari hoby ngerawat tanaman, sekarang ini sudah menjadi usaha jual beli tanaman hias Jelita Nursery yang cukup lumayan. Ada 3 orang karyawan yang terlibat dalam aktifitas sehari hari.

Salah satu impian saya memang ingin sekali mempunyai usaha agrobisnis dengan skala cukup besar, Jelita nursery dengan luas 1000 m2 merupakan cikal bakal untuk melangkah lebih besar lagi. Dalam 5 tahun ke depan semoga impian tersebut bisa menjadi kenyataan.

Memang suatu kenikmatan yang luar biasa bila hoby berubah menjadi bisnis yang menguntungkan, tidak ada rasa bosan dan capek dalam menjalankannya. Selalu ada gairah dan rasa puas dalam aktifitas merawat tanaman terlebih bila ketemu konsumen atau pengunjung yang punya hoby sama dan puas dengan produk kami.

Bisnis dari hoby merupakan bisnis yang paling menyenangkan.....


Salam hoby.

Ato sunarto

Friday, 5 June 2009

Bisnis online

Melihat teman2 yang terjun di bisnis online rasanya enak sekali punya bisnis online; dari segi biaya cukup ringan untuk memulai bisnis, dari segi promosi cukup ampuh untuk menjangkau seantero jagad, dari segi waktu lebih fleksible, dari segi tempat bisa dimana saja. Sejak gabung di TDA Bekasi dan mendengar Mas Dhika (pasarbatik.com) dan Mas Erry (sepatuwanita.com) menceritakan liku2 bisnis online saya langsung bertekad dalam 3 bulan harus punya bisnis online.

Ternyata hukum LOA berlaku, sejak saat itu orang2 yang mengerti dan berbisnis online mulai banyak kenal dan belum genap 2 bulan sudah punya website sendiri http://kupattahubandung.com/ dan hhtp://rumahcikarang.com/. Tetapi karena dari awal memang nol banget di bisnis ini jadi sampai sekarang konten dari website tersebut belum banyak diisi (maklum masih bingung caranya).

Beruntung saya gabung di komunitas TDA tempatnya belajar dan sharing bisnis sehingga waktu dibentuk internet club oleh pak Dewanto saya langsung gabung dan belajar bagaimana mencari uang lewat internet. Seminar dengan Ali Akbar pakarseo.com membuka wawasan lebih jauh lagi bagaimana prospek bisnis internet dan bisnis online di masa depan.

Hari ini ada workshop mengenai Joomla yang diadakan oleh internet club dengan mentor pak Agung dkk, yang Insya Allah akan meningkatkan lagi pengetahuan mengenai bisnis online.

Semoga ilmu2 yang dipelajari bisa segera direalisasikan.


Salam online

Ato sunarto